Rabu, 18 September 2019

مقدمة الدعاء

بسم الله الرحمن الرحيم
اللّٰهُمَّ إنِّي أُقَدِّمُ إلَيْكَ بَيْنَ يَدَيْ كُلِّ نَفَسٍ وَلَمْحَةٍ وَطَرْفَةٍ يَطْرِفُ بِهَا أهْلُ السَّمٰوَاتِ وَأهْلُ الأَرْضِ وَكُلُّ شَيْىٍٔ هُوَ فِى عِلْمِكَ كَائِنٌ أوْ قَدْ كَانَ، أُقَدِّمُ إلَيْكَ بَيْنَ يَدَيْ ذٰلِكُ كُلُّهُ. "لاإله إلّا اللّٰهُ محمّدٌ رسول اللٰٔهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ ونَفَسٍ عَدَدَ مـَا وَسِعَهُ عِلْمُ اللّٰهِ"


يقرأ ثلاث مرات عقب كل صلاة وبالاستطاعة للذاكر المتعبد.


مجيزي لكياهي مصلحين بن محاية الدماوي (صاحب المعهد المكرمة) 

Selasa, 17 September 2019

Cocok dalam Penempatan

...
Kau sadar dirimu bukan orang baik, lalu kenapa juga harus terus-menerus keukeuh mengejar orang yang menurutmu tak akan menjadi buruk. Bukankan akan menjadi lebih bijak ketika kau berusaha memperbaiki kebiasaan burukmu menjadi kebiasaan baik. 

Namun, ah sayang sekali. semua yang ada di dunia selalu bersifat paradoks. Dengan segala sisi yang dipertimbangkan terhadap masing-masing insan, tentu tak akan pernah menemukan hukum absolut dalam standar dunia. 
Lalu? 




           Pekalongan, 18 sep '19

Minggu, 15 September 2019

"Memangnya punya apa aku sehingga harus merasa kehilangan? "

Belum juga kaki mampu berdiri , tiba-tiba mimpi sudah menjadi-jadi .
Belum juga tangan sempat menggapai, tiba-tiba angan sudah tak tercapai. 
Belum juga mata bisa terbuka , tiba-tiba kuasa telah membabi-buta .
Belum juga otak mampu tergerak , tiba-tiba baik sudah menjadi kerak. 
Belum juga hati sempat membaca , tiba-tiba cita-cita sudah beranak menjadi cinta. 

.
.
.
Ah, begitulah aku. 
yang menjadikanmu nyawaku, 
yang memaksamu menerimaku, 
yang menyalahkanmu sebab gagalku .

Abah, Terimakasih. 


                                
                                                        Pekalongan ,15 sep '19

                                                    16:15 WIB



Sabtu, 14 September 2019

Dua sisi kontradiksi

Kita adalah sama, sama-sama pengejar. 
bedanya, yang kau kejar bersifat pasti sedang aku hanya ilusi.Kita adalah sama, sama-sama bukti. bedanya, kau dalam bentuk intuisi sedang aku hanya spekulasi. Kita adalah sama, sama-sama pemimpi. bedanya, yang kau impikan coba kau realisasikan dalam keadaan sesulit apapun sedang aku hanya merawatnya melalui khayalan. eh, ternyata selalu berbeda. persamaannya hanya ada pada satu sisi yaitu "kitalah pencipta kata BEDA". 😄
Jadi, apa gunanya sengketa? toh bagian terbaikku sudah ku pasrahkan ke Tuhan agar dikaruniakan kepadamu. Kurang baikkah aku? sehingga dengan sangat terpaksa kau sedekahkan pahala padaku. Sudahlah, kita itu sama. "sama-sama lemah jiwa". 😅


                                   Ahad, 15 May '19                01:00 WIB

 Jadi,
Pergi saja tidak cukup, karena terlanjur lahir mimpi untuk bisa mengecup. 
Jadi, 
Menghilang dari pandang tetaplah kurang, Karena terlanjur ada ingin yang tak mungkin jadi kenyataan. 
Jadi, 
Ragaku tak akan pernah mampu menterjemahkan rasaku, Karena terlanjur ku tempatkan dirimu disamping singgasana Tuhanku. 

Tuhan, Hancurkan inginku jika sampai berkeinginan (merasa) mampu merealisasikan apa yang dia ingin. 
Tuhan, Jaga aku disaat dia Kau takdirkan jadi pendampingku. 
Tuhan, Bantu aku men-tuhankannya dalam semestaku. 
Aamiin

#Almukarromah

Ridho untuk pergi

Bismillah  ,  ,  , Abah, Malam ini aku kembali merindukan sejuk dirimu, Malam ini aku kembali buntu mencapai cintamu, Malam ini lagi...