"Memangnya punya apa aku sehingga harus merasa kehilangan? "
Belum juga kaki mampu berdiri , tiba-tiba mimpi sudah menjadi-jadi .
Belum juga tangan sempat menggapai, tiba-tiba angan sudah tak tercapai.
Belum juga mata bisa terbuka , tiba-tiba kuasa telah membabi-buta .
Belum juga otak mampu tergerak , tiba-tiba baik sudah menjadi kerak.
Belum juga hati sempat membaca , tiba-tiba cita-cita sudah beranak menjadi cinta.
.
.
.
Ah, begitulah aku.
yang menjadikanmu nyawaku,
yang memaksamu menerimaku,
yang menyalahkanmu sebab gagalku .
Abah, Terimakasih.
Pekalongan ,15 sep '19
16:15 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar